Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manajemen Karyawan #2 : Manajemen Absensi Karyawan

Karyawan membantu bisnis anda maju. Tanpa karyawan tentu anda akan menemui kesulitan dalam menjalankan bisnis, terutama ketika bisnis anda sudah tidak mampu lagi di tangani oleh anda sendiri atau bahkan tim anda. Karena itu anda perlu untuk merekrut karyawan, dan setelah anda mendapatkannya perlu juga di bangun manajemen absensi karyawan.

Seperti halnya dalam pertempuran, karyawan anda adalah pasukan anda dimana mereka adalah manusia dan bukan robot. Artinya ada sifat manusia yang melekat pada dirinya. Terkadang ada rasa jenuh bekerja,. Stress dengan target dan masalah mausiawi lainnya. Yang perlu di gaaaris bawahi adalah, disisi lain anda haru smemastikan bisnis berjalan normal tetapi disisi lain anda harus memaklumi sifat manusiawi karyawan.

Langkah Manajemen Absensi Karyawan

Absensi Karyawan
Manajemen absensi karyawan dibutuhkan untuk perusahaan. Sumber Unsplash

Bagaimana agar keduanya bisa berjalan ? Maka manajemen absensi karyawan sangat diperlukan untuk menangani masalah ini. Pada artikel kali ini kami akan memberika penjelasan mengenai cara manajemen absesnsi karyawan agar menjadi lebih mudah.

1. Berikan Dorongan Kehadiran Karyawan

Untuk beberapa pekerjaan, kehadiran karyawan atau personil tim adalah sesuatu yang sangat dinantikan. Seperti pada pekerjaan guru, penyedia dukungan teknis, operator produksi, spesialis medis, dan setiap karyawan pada posisi yang berhadapan dengan pelanggan sangat dinanti kehadirannya. Ketidakhadiran karyawan ini akan menimbulkan masalah parah yang langsung memengaruhi alur kerja, rencana, dan retensi pelanggan.

Karena itu penting untuk memberikan penghargaan kepada kehadiran mereka dalam bekerja disamping anda juga harus memiliki tindakan disipliner jika tidak hadir dengan alasan kurang kuat. Beberapa perusahaan memberikan bonus kehadiran untuk memotivasi karyawan agar senantiasa hadir sesuai dengan jadwal kerja mereka.

Namun ada juga hal yang di perlukan, yakni pengakuan verbal. Pengakuan verbal seperti pujian adalah cara yang efisien untuk mengungkapkan penghargaan atas kehadiran karyawan. Orang yang merasa dihargai menjadi lebih produktif dan lebih bersemangat dalam bekerja.

Selain itu perusahaan harus memastikan karyawan bisa menggunakan hak cuti yang diperoleh. Mengambil liburan secara teratur bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dengan mengurangi stres dan kelelahan. Hal ini tentu mengurangi risiko ketidakhadiran yang tidak terjadwal. Pastikan karyawan mengambil hari untuk liburan agar tidak terjadi stress di pekerjaan, atau paling tidak pikiran lebih fresh setelah liburan.

2. Pendekatan Kepada Karyawan

Kedekatan perusahaan dengan karyawan sebaiknya harus senantiasa dibangun. Karen karyawan bukan robot, tetapi manusia maka mereka harus di lakukan sebagaimana manusia. Perusahaana harus tahu bagaimana kondisi kejiwaan karyawan. Kondisi karyawan yang buruk akan menjadikan segalanya memburuk.

Produktivitas menurun karena stres, masalah kesehatan pada personil dan ketidakpuasan yang menumpuk menyebabkan stagnasi kerja, efisiensi rendah dan tenggat waktu yang terlewat, belum lagi lingkungan kerja yang tidak sehat.

Salah satu hal terpenting dalam manajemen absensi karyawan adalah dengan memperhatika hal tersebut. Mengembangkan peraturan yang mengatur untuk tinggal di rumah ketika tidak bisa bekerja dengan baik adalah langkah pertama yang perlu diambil oleh perusahaan untuk menanggulangi ketidakhadiran karyawan yang menjadikan target pekerjaan tidak terpenuhi.

Memberikan bimbingan kepada karyawan dan memberi tahu mereka bahwa tidak masuk kerja atau bekerja dari rumah bukanlah suatu hukluman. Adanya penyakit menular, kondisi psikis karyawan yang menurunkan produktifitas dan hal lain yang sekiranya dapat menggangu pekerjaan ketika hadir di perusahaan harus di tanggulangi.

Perusahaan harus menginisiasi antara karyawan harus ada komunbkasi mengenai pekerjaan yang di bidanginya. Artinya di dalam satu tim setiap personil harus menjalin komunikasi. Hal ini berkaitan dengan kehadiran anggota tim. Jangan sampai kinerja tim tersebut berhenti karena kekurangan personil.
Absensi Karyawan
Ciptakan suasana kerja yang nyaman. Sumber Unsplash 

3. Jadikan Tempat Kerja Sefleksibel Mungkin

Jadwdal yan fleksibel dan juga pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah atau remote tidak bisa di terapkan untuk semua pekerjaan. Namun, jika pekerjaan yang dilakukan oleh seorang karyawan memungkinkan untuk diterapkan seperti itu, berikan kemungkinan ini kepada mereka. Hal ini tidak hanya memungkinkan orang menyelesaikan pekerjaan mereka secepat mungkin, tetapi juga mengurangi stres jika terlalu lama hadir di tempat kerja.

Kerja jarak jauh adalah pilihan yang membantu mengurangi karyawan yang tidak hadir. Kemampuan untuk bekerja dari rumah menghilangkan biaya seperti transportasi, dan juga biaya makan karyawan jika ada.

4. Tindakan Disipliner Untuk Ketdakhadiran

Masalah disiplin yang parah, moral yang rendah dan sikap yang buruk tidak jarang terjadi di tempat kerja, sehingga kebijakan manajemen absensi karyawan harus memberikan cara yang jelas untuk mengelola masalah seperti ini. Tindaakn disipliner dari perusahaan bisa diterapkan untuk kasus yang dirasa sudah keterlaluan.

Perusahaan tidak langsung memulai dengan tindakan hukuman, namun bisa dimulai dengan surat peringatan atau teguran. Disiplin progresif adalah yang terbaik, dimulai dengan pembinaan dan pemberian aturan absensi dan ketidakhadiran. Seringkali dengan cara seperti itu berhasil mengelola kaeyawan dan memotivasi karyawan untuk hadir dan teet pada aturan.

5. Catat Ketidakhadiran

Pihak yang menangani absensi karyawan harus memiliki catatan rinci tentang ketidakhadiran karyawan. Catatan tersebut hendaknya direncanakan untuk membantu merencanakan pekerjaan untuk periode mendatang, mendistribusikan beban kerja, dan mengelola alokasi sumber daya. Banyak perusahaan menggunakan perangkat lunak khusus untuk membuat bagan visual, meninjau semua detail yang diperlukan, dan mendapatkan nilai maksimal dari data ketidakhadiran.

Selain itu sejarah absensi karyawan di masa lalu haruas tersimpan dengan baik karena menyangku t track record karyawan itu sendiri. Catatan absensi karyawan juga bisa digunakan oleh manajemen untuk menganalisa tren kehadiran, memprediksi kemungkinan kekurangan staf, dan mencegah kemacetan alur kerja yang disebabkan oleh masalah kehadiran.
Absensi Karyawan
Mencatat ketidakhadiran diperlukan untuk mengukur kekuatan karyawan keseluruhan. Sumber Unsplash

Kesimpulan

Mengelola kehadiran karyawan adalah proses yang terkait erat dengan proses dan tren lain di tempat kerja. Membangun kebijakan yang jelas, menjelaskannya kepada karyawan, menegakkannya, dan tetap mendapat informasi tentang kondisi karyawan harus di lakukan oleh perusahaan.

Menyimpan catatan rinci tentang data kondisi karyawan dan menggunakannya untuk analisis dan perencanaan memungkinkan perusahaan untuk lebih mudah dalam mengatasi masalah, menjaga lingkungan kerja yang sehat, dan tetap efisien dan produktif sebagai sebuah tim.

Posting Komentar untuk "Manajemen Karyawan #2 : Manajemen Absensi Karyawan"