Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manajemen Karyawan #3 : Loyalitas Karyawan dan Cara Menumbuhkannya

Keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalankan bisis tidak pernah lepas dari keterlibatan lini paling bawah dan paling besar dari perusahaan tersebut yakni karyawan. Dalam hal ini loyalitas karyawan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena itu program dan upaya untuk membangun loyalitas karyawan harus dibentuk sejak perusahaan merekrut karyawan.

Tentang Loyalitas Karyawan

Kesalahpahaman tentang loyalitas pekerja yang terjadi pada perusahaan biasanya perusahaan menganggap bahwa karyawan menjadi loyal atau setia karena mereka telah bekerja untuk perusahaan selama bertahun-tahun dan dengan demikian mereka dianggap mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan.

Loyalitas Karyawan
Loyalitas karyawan yang tinggi akan memicu peningkatan produktifitas. Sumber Pexels
Padahal faktanya seorang karyawan yang telah bekerja untuk perusahaan anda untuk waktu yang lama belum tentu mereka loyal terhadap perusahaan, bisa jadi mereka bekerja kepada anda selama bertahun-tahun karena mereka butuh uang anda untuk menyambung hidup. Atau bisa juga karena mereka tidak ada pilihan lain selain bekerja pada anda.

Loyalitas karyawan dianggap berhasil jika karyawan anda yang bekerja selalu fokus pada kesuksesan perusahaan. Mereka bahkan tidak segan-segan untuk mengorbankan waktu dan kesenangan mereka sendiri untuk memberikan lebih banyak energi ke korporasi. Tindakan tanpa pamrih ini dapat diukur dan akan dilakukan setiap hari.

Mereka berdedikasi untuk membantu perusahaan tumbuh dan berkembang melampaui pesaing. Ini adalah upaya tulus yang tidak memiliki motif dasar baik itu motif finansial atau pujian. Inilah gambaran sebenarnya dari seorang pekerja yang setia pada perusahaan.

Membangun Loyalitas Karyawan

Membangun loyalitas karyawan sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang bisnis anda. Loyalitas karyawantidak hanya akan menurunkan pembiayaan, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan menyediakan lingkungan kerja yang jauh lebih stabil bagi semua orang.

Ada beberapa tindakan yang bisa anda lakukan untu menumbuhkan loyalitas karyawan. Anda bisa memulai dari perusahaan anda. Inilah ulasannya :

1. Meningkatkan Kepercayaan dalam Kepemimpinan

Salah satu komponen terpenting dari loyalitas karyawan adalah kepercayaan pada kepemimpinan. Karyawan anda ingin merasa bahwa tim manajemen tahu apa yang dilakukannya dan mereka ingin bekerja untuk perusahaan yang setidaknya berusaha menjadi yang terbaik di bidangnya.

Manfaatkan setiap kesempatan yang anda bisa untuk menjadi lebih baik pada apa yang anda lakukan. Carilah pelatihan dan cara untuk memaksimalkan potensi anda sendiri. Ketika karyawan melihat tim manajemen unggul dan perusahaan bekerja dengan baik, energi positif itu akan mengalir dan membuat antusias pada seluruh karyawan.

2. Membangun Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan terbentuk dari interaksi personal antara manajemen dan karyawan atau interaksi personal antar karyawan. Sikap profesional, kepribadian, dan seberapa baik kita semua bergaul di linkaran kerja akan menumbuhkan dan membentuk budaya kerja.

Anda bertanggung jawab untuk tetap memperhatikan apa yang telah menjadi budaya perusahaan dan mengatasi masalah interpersonal apa pun yang muncul tanpa mencampuri urusan pribadi. Langkah pertama adalah mencontohkan diri anda sendiri.

Singkirkan prasangka buruk dari diri sendiri. Selanjutnya, lihat tim manajemen anda dan kemudian karyawan. Jika perlu, panggil karyawan yang memiliki masalah dengan sikap buruk secara pribadi dan jelaskan kepada mereka bahwa sikap buruk dan perilaku buruk tidak akan ditoleransi di dalam perusahaan.

3. Keterlibatan Karyawan

Keterlibatan karyawan pada perusahaan adalah komponen loyalitas nomor satu. Anda bisa mendengarkan apa yang menjadi pembicaraan karyawan, perhatikan siapa yang berpartisipasi selama rapat dan sesi pelatihan, lihat siapa yang paling banyak melakukan pekerjaan selama proyek perusahaan, kenali karyawan anda secara individu.

Anda dapat menggunakan beragam cara untuk mengintip sekilas tentang bagaimana konsumen memandang perusahaan anda melalui interaksi yang mereka lakukan dengan karyawan anda. Anda bisa menilai keterlibatan karyawan dalam perusahaan anda. Pastikan anda yang mengenakan kerah kemeja putih bisa memberikan arahan kepada kerah biru (pekerja) untuk keterlibatan mereka di perusahaan.

4. Berikan Solusi Kepada Karyawan

Salah satu penyebab terjadinya stress karyawan yang paling umum adalah mereka tidak memiliki pelatihan atau sumber daya yang memadai untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika anda terus-menerus memasukkan karyawan ke dalam situasi di mana mereka merasa tidak nyaman dalam bekerja karena kurangnya sumber daya atau tidak memadahinya peralatan maka mereka akan rentan stress.

Segera temukan solusi yang akan mengurangi gesekan antara anda dengan karyawan. Segera singkirkan segala hal yang menjadikan mereka tidaknyaman dalam bekerja. Jika mereka tertinggal dalam hal kemampuan atau skill, ada bisa memberikan solusi berupa pelatihan untuk karyawan guna meningkatkan skill mereka. 

loyalitas karyawan
Anda sebagai atasan jangan hanya bagus pada penampilan saja, namun cakaplah dalam memberikan solusi yang ada pada bawahan. Sumber Unsplash

5. Penyelesaian Sengketa Terstruktur

Ketika masalah muncul, bagaimana anda menyikapi masalah tersebut dan bagaimana metode dalam penyelesaiannya menjadi sorotan karyawan. Perusahaan yang memiliki sistem penyelesaian perselisihan yang terstruktur sangat penting untuk menciptakan gaya pengelolaan yang adil dan seimbang.

 Jika karyawan anda mengalami perselisihan entah itu dalam pekerjaannya, dalam manajemen absensi karyawan atau hal lainnya maka penyelesaian yang akan ia terima hanya ada dua macam, penyelesaian yang ia suka atau tidak suka. Karena itu jika anda sebagai atasan menyelesaikan masalah dengan sedikit sewenang-wenang, maka anda akan menghadapi tuduhan diskriminasi dan mereka akan menganggap anda tidak adil.

6. Jangan Menyimpan Masalah Menjadi Bom Waktu

Tentu saja anda tidak ingin masalah terpendam sampai meledak. Buka mata dan telinga anda dan anda hendaknya mampu mendeteksi tanda peringatan sebelum segala sesuatunya muncul. Dan ketika anda melihat suatu masalah, tangani lebih cepat dengan tanpa menundanya lagi, dan tentu saja anda harus menanganinya dengan adil.

7. Selalu Menjaga Netralitas

Netralitas merupakan sahabat manajer . Ketika seorang karyawan mendatangi anda dengan suatu masalah, tanggapan langsung dari anda mungkin akan sedikit meredakan kekhawatiran mereka. Namun, hal ini dapat memicu anggapan bahwa mereka dan anda adalah di posisi yang sama. Meskipun karyawan ingin merasa bahwa mereka dapat mendekati atasan mereka, anda harus membedakan diri anda dan melihat masalahnya secara objektif.

Dengan melakukan itu, anda tidak hanya dapat mengetahui apa yang terbaik untuk perusahaan, namun anda juga dapat melihat apa yang perlu dilakukan untuk menenangkan karyawan tanpa memainkan kesewenang-wenangan.

8. Membangun Rasa Hormat

Rasa hormat adalah jalan dua arah. Anda akan dihormati ketika anda menghormati orang lain. Banyak manajer menuntutnya adanya penghormatan dari karyawan, sedangkan atasan sendiri justru tidak menaruh rasa hormat kepada bawahan. Jika itu terjadi, maka rasa hormat karyawan yang diberikan kepada atasan adalah kepura-puraan.

Berilah rasa hormat kepada siapapun secara proporsional. Anda sebagai atasan harus benar-benar menghormati orang yang lebih tua dari anda siapapun itu meskipun ia adalah karyawan. Begitu pula junior muda anda, tentu anda juga memiliki rasa hormat kepada mereka. Dengan demikian mereka akan menghormati anda dengan tulus dan jujur.

9. Hindari Micromanagement

Cara mendapatkan loyalitas karyawan adalah dengan menunjukkan kepada mereka bahwa anda memercayai mereka untuk melakukan pekerjaannya. Jika anda terus-menerus mengawasi mereka, anda tidak akan membiarkan mereka tumbuh.

Tetapkan tujuan yang dapat dicapai, pastikan karyawan memiliki keterampilan dan sumber daya yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan, dan berikan umpan balik selama dan setelah pengerjaan tugas untuk membentuk kinerja yang optimal.

10. Beri Reward

Loyalitas Karyawan
Beri penghargaan kepada karyawan yang menonjol dalam prestasi. Sumber Pexels
Imbalan dapat menjadi pembangun loyalitas yang kuat, tetapi harus sesuai dengan prestasi yang dicapai. Jika tidak, maka hanya akan menimbulkan kesan ketidakadilan. Pastikan untuk memberi penghargaan kepada karyawan anda secara independen dan tidak karena adanya hallo effect, tetapi pastikan imbalannya sesuai dengan prestasinya.

Penutup

Karena loyalitas karyawan mempengaruhi maju dan mundurnya perusahaan anda, maka sebaiknya program pembangunan loyalitas karyawan di laksanakan seedini mungkin. Jangan hanya fokus pada loyalitas konsumen atau retensi pelanggan saja. Pada dasarnya konsumen yang memiliki loyalitas yang tinggi kepada bisnis anda karena adanya kinerja karyawan yang loyal terhadap perusahaan.

Posting Komentar untuk "Manajemen Karyawan #3 : Loyalitas Karyawan dan Cara Menumbuhkannya"