Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manajemen Karyawan #4 : Reward and Punishment untuk Karyawan




Terkadang karyawan yang termotivasi dan disiplin sering kali merupakan akibat dari adanya sistem reward and punishment yang di jalankan oleh perusahaan. Tempat kerja adalah tempat berkumpulnya berbagai individu dengan tipe kepribadian yang berbeda. 

Seperti halnya perilaku konsumen, akan nda temui banyak model konsumen yang datang ke anda. Begitu juga dengan karyawan. Beberapa karyawan mungkin berkinerja lebih baik di bawah imbalan yang menarik sedangkan karyawan yang lain mungkin berkinerja lebih baik karena takut akan adanya punishment.

Manajer berusaha memotivasi staf, mempromosikan mereka di tempat kerja dan menjanjikan mereka imbalan tertentu untuk memancing agar karyawan bekerja dengan giat. Demikian juga mereka juga memperingatkan karyawan akan adanya hukuman bagi mereka yang melakukan kesalahan dalam pekerjaannya.

Reward and Punishment
Penghargaan dibutuhkan untuk motivasi kerja. Sumber Unsplash

Reward and Punishment

Menghargai kinerja yang baik dengan memberikan reward dan menghukum perilaku karyawan yang bermasalah atau istilahnya pemberian punishment merupakan hal yang berlakau umum di perusahaan. Keduanya baik reward maupun punishment merupakan dasar adanya motivasi dalam organisasi mana pun.

Akan tetapi penghargaan sering kali memperkuat perilaku positif dan memotivasi karyawan untuk mengulangi hal yang serupa. Demikian pula hukuman dapat memotivasi karyawan untuk patuh kepada aturan perusahaan, tetapi sering kali punishment mengarah pada produktivitas yang lebih rendah dalam jangka panjang.

1. Reward atau Imbalan


Seorang karyawan yang telah mencapai sesuatu atau bertindak dengan cara tertentu yang diinginkan perusahaan atau manajer tentunya akan mengundang adanya reward, penghargaan atau imbalan. Memberi penghargaan kepada karyawan dengan promosi dan imbalan adalah cara yang efektif untuk memotivasi mereka agar bekerja dengan benar.

Misalnya, seorang karyawan bekerja di perusahaan dengan imbalan gaji bulanan yang menurutnya tinggi. Hingga saat itu ia m,erasa gaji tinggi tersebut berharga baginya. Maka ia akan terus mengupayakan produktivitas dan mengoptimalkan kinerja untuk mencapai reward yang maksimal dan ini juga akan meningkatkan loyalitas karyawan.
Reward and Punishment
Anda akan menemukan banyak kepribadian di tempat kerja. Sumber Unsplash

Tentu ada lebih dari satu cara untuk melakukan sesuatu dengan benar. Namun, ketika karyawan mendapatkan penghargaan, mereka tidak bertanya-tanya apa yang harus dilakukan di lain waktu. Artinya dia bisa mengulang atau melakukan hal yang sama berulang kali agar mendapatkan reward tersebut. Reward atau hadiah akan memacu kemampuan karyawan untuk berpikir secara kreatif dan mendapatkan solusi masalah yang lebih baik.

1. Punishment atau hukuman

Hukuman paling rendah di tempat kerja adalah dengan memberikan tteguran lisan secara langsung termasuk mengomeli karyawan. Tingkatan selanjutnya adalah memberikan teguran secara tertulis, pemotongan gaji, penurunan pangkat atau penangguhan pekerjaan.

Sebenarnya hukuman dapat menurunkan motivasi dan membuat down mental karyawan. Tidak peduli seberapa keras mereka bekerja, jika mereka masih mendapatkan hukuman dalam bentuk ringan seperti omelan dari atasan, mereka mungkin kehilangan semangat untuk bekerja dengan giat.

Dalam sebagian besar kasus orang sering mengubah kata pelajaran menjadi istilah negatif yang disebut hukuman. Padahal hukuman tersebut belum tentu layak diberikan kepada karyawan. Jika hukuman diterapkan sebelum semua fakta dipertanggungjawabkan, maka karyawan akan merasa terdholimi dan melakukan protes sebagai respons terhadap hukuman.

Terkadang, membuat kesalahan juga bisa menjadi bagian pembelajaran yang lebih baik. Jika anda memiliki atasan atau manajer yang baik, dia mungkin akan mengajari atau menjelaskan agar anda tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

Demikian juga, terkadang anda harus bekerja lembur sebagai akibat dari hukuman anda. Pada saat itu, anda mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak daripada karyawan yang tidak mendapatkan hukuman lembur. Semuanya bukan tentang menang atau kalah, terkadang juga tentang pembelajaran.

Kritik adanya hukuman

Hukuman adalah alat umum yang digunakan dalam berbagai situasi yang membutuhkan motivasi seperti aktivitas kerja atau pendidikan. Namun penghargaan positif, jauh lebih berdampak pada kinerja karyawan daripada punishment atau hukuman. Karyawan mungkin bereaksi untuk sementara waktu terhadap hukuman yang tidak diharapkan atau tidak diinginkan.

Mungkin ia tetap akan meningkatkan produksi atau kinerja sesuai dengan anjuran dari atasannya. Namun, ketakutan, kecemasan, dan frustrasi pada akhirnya dapat menyebabkan kelelahan karyawan dan berkontribusi pada budaya kerja yang negatif. Hal ini tentu akan menjadikan produktifitas dan kreatifitas menjadi menurun.

Karena itu ada sebagian pendapat mengatakan bahwa pemberian punishment atau hukuman untuk karyawan, terutama karyawan yang ada pada masa pembelajaran merupakan hal yang tidak efektif. Namun jika dihilangkan sama sekali, meskipun hanya teguran, tentu hal yang tidak mungkin.

Tindakan disiplin

Ini berbeda dengan hukuman. Di setiap tempat kerja mungkin ada beberapa perilaku yang tidak dapat diterima. Beberapa contoh seperti pelecehan seksual, pencurian, perilaku kasar atau mungkin perbuatan melanggar hukum lainnya. Dalam kasus seperti ini, perusahaan tidak dapat memiliki tempat kerja yang baik tanpa adanya ancaman hukuman.

Bahkan perbuatan yang melanggar hukum pada tingkatan tertentu tidak berlaku lagi hukuman yang selama ini di jalankan. Harus ada proses lain yang mampu memberikan pelajaran kepada karyawan lain agar mereka tidak melakukan perbuatan tersebut. Proses lain tersebut seperti pemberhentian kerja atau membawa kasus ke ranah hukum jika memang layak.

Penutup

Reward and Punishment
Pastikan anda sebagai atasan memberikan hukuman atau reward diwaktu yang tepat. Sumber Unsplash

Reward and punishment merupakan hal yan penting. Namun pemberian punishment akan dapat dianggap tidak berguna jika waktunya tidak tepat begitu juga dengan reward. Semua harus mempertimbangkan moment yang ada. Selain itu semua juga sepenuhnya tergantung pada jenis penghargaan atau hukuman yang diberikan.

Anda harus mampu menganalisis situasi secara kritis dan memutuskan apa yang bisa dilakukan agar semuanya menjadi lebih baik. Demikian ulasan mengenai reward anda punishment. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Dan jangan lewarkan artikel kami lainnya tentang cara merekrut karyawan, hanya di website ini.

Posting Komentar untuk "Manajemen Karyawan #4 : Reward and Punishment untuk Karyawan"